Domain .com masih menjadi pilihan utama bagi jutaan pemilik website di seluruh dunia, baik untuk keperluan bisnis, portofolio pribadi, maupun proyek digital lainnya. Namun, di balik popularitasnya, harga domain ini terus mengalami penyesuaian dari tahun ke tahun. Sejak 1 September 2024, Verisign—sebagai pengelola resmi domain .com—telah menaikkan harga wholesale menjadi USD 10,26 per tahun. Kenaikan ini merupakan bagian dari perjanjian Verisign dengan ICANN, yang memperbolehkan penyesuaian hingga 7% setiap tahun selama masa kontrak tertentu.
Butuh Website Profesional?
Jadikan bisnis, sekolah, atau organisasi Anda tampil lebih modern dengan website profesional yang responsif, aman, dan sesuai identitas brand.
Tap tombol WhatsApp di bawah untuk konsultasi langsung bersama tim SIMPLIFY dan mulai wujudkan website Anda hari ini.
[vc_row][vc_column][vc_btn title=”WhatsApp” style=”classic” shape=”round” color=”success” align=”left” i_icon_fontawesome=”fa fa-whatsapp” css_animation=”none” add_icon=”true” link=”url:https%3A%2F%2Fwa.me%2F%2B628998706033|target:_blank”][/vc_column][/vc_row]
Atau bookmark dulu halaman ini, agar bisa diakses kembali nanti.
Sejak 2021, harga domain .com telah meningkat sekitar 30% dibandingkan dengan periode sebelumnya. Meski begitu, Verisign menegaskan bahwa untuk periode 2025–2026, harga wholesale akan tetap stabil di angka USD 10,26. Artinya, tidak akan ada kenaikan resmi selama dua tahun ke depan. Namun, stabilitas ini tidak berarti biaya total domain benar-benar berhenti naik. ICANN berencana menambah biaya kontribusi tahunan sebesar USD 0,20 per domain mulai 1 Juli 2025, naik dari USD 0,18 sebelumnya. Kenaikan kecil ini tetap berdampak pada harga akhir yang dibayar oleh pengguna melalui registrar masing-masing.
Dampak bagi Pasar Domain di Indonesia
Di Indonesia, registrar seperti Rumahweb, Niagahoster, dan Qwords telah menyesuaikan harga domain mengikuti kurs dolar yang terus berfluktuasi. Sebagai contoh, Rumahweb menaikkan tarif domain .com dari Rp185.000 menjadi Rp190.000 per tahun pada April 2025. Meskipun kenaikannya tidak terlalu signifikan, tren ini menunjukkan bahwa biaya registrasi domain bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung nilai tukar dan kebijakan penyedia.
Bagi pemilik website bisnis atau toko online, strategi terbaik adalah memperpanjang domain untuk beberapa tahun sekaligus. Selain melindungi identitas digital dari risiko kedaluwarsa, langkah ini juga membantu mengunci harga di level saat ini sebelum terjadi penyesuaian berikutnya. Banyak registrar kini menyediakan opsi perpanjangan hingga 10 tahun dengan harga tetap, sehingga lebih efisien dalam jangka panjang.
Kritik terhadap Dominasi Verisign
Kenaikan harga domain .com tidak lepas dari kritik, terutama di Amerika Serikat. Beberapa pengamat industri menilai bahwa Verisign memiliki dominasi terlalu besar karena mengelola ekstensi domain paling populer di dunia. Dengan lebih dari 160 juta domain .com aktif, kebijakan harga yang ditetapkan perusahaan ini secara langsung memengaruhi ekosistem global. Meskipun ICANN berfungsi sebagai badan pengatur, banyak pihak menilai struktur kontrak yang mengizinkan kenaikan rutin hingga 7% per tahun terlalu menguntungkan bagi Verisign.
Langkah Antisipasi bagi Pengguna
Walaupun kebijakan harga berada di luar kendali pengguna, ada beberapa langkah antisipatif yang bisa dilakukan. Selain memperpanjang domain lebih lama, pengguna disarankan rutin memantau email dari registrar untuk mengetahui jadwal penyesuaian harga terbaru. Selain itu, penting juga untuk memastikan data WHOIS dan informasi pembayaran selalu diperbarui agar tidak kehilangan kepemilikan domain akibat keterlambatan perpanjangan.
Pada akhirnya, kenaikan harga domain .com menunjukkan pentingnya kesadaran finansial dalam mengelola aset digital. Seiring pertumbuhan ekonomi digital dan meningkatnya permintaan nama domain yang relevan, biaya kepemilikan domain kemungkinan akan terus mengalami penyesuaian di tahun-tahun mendatang. Namun dengan perencanaan cermat dan strategi pembelian jangka panjang, pemilik website dapat tetap menjaga stabilitas biaya dan keberlanjutan kehadiran digital mereka.







