Beberapa waktu terakhir, media sosial ramai dengan pernyataan bahwa WordPress itu jelek, apalagi jika dibandingkan dengan framework seperti CodeIgniter (CI) atau Laravel.
Pernyataan ini memancing banyak debat — terutama di kalangan developer. Tapi, seperti banyak hal dalam dunia teknologi, jawabannya tidak hitam putih.
Ya, WordPress memang punya keterbatasan. Tapi menyebutnya “jelek” tanpa konteks? Itu kurang adil.
Butuh Website Profesional? atau Staf yang Merawat Website Anda?
Wujudkan bisnis, sekolah, atau organisasi Anda dalam tampilan yang lebih modern melalui pembuatan website profesional yang responsif, aman, dan selaras dengan identitas brand. Pastikan situs Anda selalu dikelola dan dirawat secara optimal melalui pelayanan website maintenance dari kami.
Tap tombol WhatsApp di bawah untuk konsultasi langsung bersama tim SIMPLIFY dan mulai dapatkan pelayanan terbaik dari kami.
[vc_row][vc_column][vc_btn title=”WhatsApp” style=”classic” shape=”round” color=”success” align=”left” i_icon_fontawesome=”fa fa-whatsapp” css_animation=”none” add_icon=”true” link=”url:https%3A%2F%2Fwa.me%2F%2B628998706033|target:_blank”][/vc_column][/vc_row]
Atau simpan nomor SIMPLIFY, siapa tahu besok butuh.
1. Ketika WordPress Memang Kalah
Kalau kita bicara soal aplikasi web kompleks — semacam ERP, marketplace, atau sistem internal perusahaan — maka WordPress memang bukan tandingannya CI atau Laravel.
Framework seperti Laravel dan CI didesain untuk custom development: kamu bisa mengatur logika bisnis, database, dan performa sesuai kebutuhan.
Sementara WordPress dibangun di atas struktur yang lebih umum, dengan banyak layer tambahan dari plugin dan tema.
Akibatnya:
- Performanya lebih berat jika tidak dioptimasi
- Kurang fleksibel untuk logika bisnis kompleks
- Lebih rentan terhadap masalah keamanan jika tidak dirawat dengan benar
Jadi, kalau kamu ingin membangun sistem besar dan terintegrasi, framework adalah pilihan logis. CI dan Laravel memberi kamu kendali penuh, skalabilitas tinggi, dan fleksibilitas tanpa batas.
2. Tapi untuk Company Profile? WordPress Juara!
Sekarang, mari bicara realistis.
Kalau kebutuhanmu hanya website company profile, portofolio bisnis, atau landing page produk, maka situasinya berbeda 180 derajat.
WordPress justru unggul jauh untuk proyek seperti ini:
- Cepat dibangun — bahkan bisa online dalam 1–2 minggu
- Desain modern dan responsif siap pakai
- SEO-friendly tanpa perlu coding rumit
- Integrasi mudah ke WhatsApp, Google Maps, form kontak, hingga newsletter
- Ribuan plugin gratis dan premium yang tinggal klik-install
Bayangkan, dengan WordPress kamu bisa punya website profesional tanpa harus memulai dari nol.
Sementara kalau kamu pakai Laravel atau CI, tim developer harus coding manual untuk setiap fitur dasar — dari form kontak sampai sistem login.
Artinya: waktu lebih lama, biaya lebih tinggi.
3. Bicara Biaya dan Efisiensi
Untuk membuat company profile sederhana dengan Laravel atau CI, biayanya bisa tembus Rp 50 juta ke atas.
Dan itu pun baru tahap awal. Setelah jadi, kamu masih butuh tim IT khusus untuk maintenance, update, dan bug fixing.
Sementara WordPress bisa dibangun dengan budget jauh lebih hemat, bahkan tanpa perlu developer full-time.
Maintenance-nya mudah, karena dashboard WordPress sudah dirancang untuk pengguna non-teknis.
4. Jadi, Mana yang Lebih Baik?
Jawabannya tergantung kebutuhan.
| Kebutuhan | Pilihan Tepat | Alasan |
|---|---|---|
| Aplikasi kompleks (ERP, marketplace, sistem internal) | Laravel / CI | Fleksibel, scalable, kontrol penuh |
| Website company profile, landing page, blog | WordPress | Cepat, efisien, mudah kelola |
Jadi kalau tujuanmu hanya membangun profil digital perusahaan, WordPress adalah pilihan paling masuk akal.
Framework seperti Laravel atau CI baru worth it kalau kamu ingin membangun sesuatu yang lebih dari sekadar website — misalnya platform bisnis yang dinamis dan interaktif.
5. Kesimpulan
WordPress bukan “jelek”. Ia hanya punya tempat dan fungsinya sendiri.
Sama seperti kamu tidak memakai truk besar untuk mengantar satu paket kecil, kamu juga tidak perlu framework besar hanya untuk website profil sederhana.
Pilihlah alat sesuai tujuan.
Kalau ingin cepat, efisien, dan hemat — WordPress tetap raja website company profile.







